Tampilkan postingan dengan label batang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batang. Tampilkan semua postingan
Minggu, 17 Mei 2026

Komitmen Ketahanan Pangan, Polres Batang Gelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II

 

Batang - Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2026 digelar di Desa Jolosekti, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program nasional yang dirangkaikan dengan Ground Breaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta launching operasional 166 SPPG Polri melalui zoom meeting bersama Presiden Republik Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri Plh Kapolres Batang Kompol Indra Hartono, Kepala Dispaperta Kabupaten Batang Sutadi Ronodipuro, Kepala Gudang Bulog Kandeman Arif Tri Prasetyo, jajaran pejabat utama Polres Batang, unsur Forkopimcam Tulis dan Kandeman, serta perangkat Desa Jolosekti.

Panen raya dilaksanakan di lahan milik Wahyudi yang berada di Dukuh Jolosekti, Desa Jolosekti, Kecamatan Tulis. Lahan jagung yang dipanen memiliki luas sekitar 6.000 meter persegi dan menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Indra Hartono bersama jajaran dan instansi terkait turut menyerahkan bibit jagung kepada Warnoto selaku penggarap lahan. Penyerahan bibit itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat sekaligus mendorong keberlanjutan sektor pangan di wilayah Kabupaten Batang.

“Penyerahan bibit itu menjadi simbol dukungan Polri terhadap keberlanjutan sektor pertanian dan penguatan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Batang,” ujar Kompol Indra Hartono.

Usai pelaksanaan panen raya, seluruh peserta mengikuti zoom meeting nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto yang dipusatkan di Balai Desa Jolosekti. Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan sambutan Kapolri Listyo Sigit Prabowo terkait komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Selain sambutan, peserta juga menyaksikan penayangan video program ketahanan pangan Polri yang memperlihatkan berbagai langkah strategis kepolisian dalam mendukung swasembada pangan nasional. Program tersebut meliputi pengembangan sektor pertanian, pembangunan gudang pangan, hingga penguatan distribusi hasil panen masyarakat.

Kompol Indra Hartono menyampaikan bahwa kegiatan panen raya jagung serentak ini menjadi bentuk sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Keberhasilan program swasembada pangan tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan produksi jagung di Kabupaten Batang terus meningkat sehingga mampu mendukung kebutuhan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di daerah.

Kamis, 14 Mei 2026

Polisi Identifikasi Korban Tertemper KA Majapahit di Batang lewat Sidik Jari

 

BATANG – Suasana malam di jalur perlintasan kereta api Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, mendadak berubah mencekam setelah seorang pemuda dilaporkan meninggal dunia akibat tertemper Kereta Api Majapahit jurusan Jakarta–Kediri, Selasa (12/5/2026) malam.

Peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 22.25 WIB di petak jalan Ujungnegoro–Kuripan tepatnya di KM 71+600. Korban diketahui bernama Kurniawan bin Dayat (26), warga Blok Pilang, Desa Balareja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Berdasarkan laporan masinis KA Majapahit, Dwi S., korban saat itu berada di area terlarang di sekitar jalur rel ketika kereta melintas dengan kecepatan tinggi dari arah Jakarta menuju Kediri. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, kecelakaan tidak dapat dihindarkan hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

PS Kasubsi PIDM Humas Polres Batang, Ipda Sri Widadi, mengatakan pihak kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masinis kereta.

“Identitas korban berhasil diketahui melalui alat identifikasi sidik jari IPS pada jari tengah kiri korban. Hasilnya diketahui korban bernama Kurniawan bin Dayat, warga Kabupaten Indramayu,” jelasnya.

Usai kejadian, Kapolsek Tulis bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Batang langsung melakukan evakuasi jenazah dan meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi. Dua saksi yang dimintai keterangan yakni Abdullah (49) dan Okky (24), seorang petugas keamanan setempat.

Saat ini, jenazah korban berada di RSUD Kalisari Batang sambil menunggu kedatangan pihak keluarga dari Indramayu.

Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang jalur rel kereta api karena sangat membahayakan keselamatan jiwa.


Jumat, 22 Agustus 2025

Tiga Pilar Batang Dikumpulkan, Bahas Strategi Jaga Kamtibmas dan Atasi Kemiskinan

 

BATANG - Tiga pilar keamanan di Kabupaten Batang—Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan kepala desa—mendapat arahan khusus dari jajaran pimpinan daerah untuk memperkuat sinergi. Pertemuan yang digelar di aula Kantor Camat Gringsing ini menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan situasi yang kondusif, aman, dan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, bersama Kapolres Batang, AKBP Edi Rahmat Mulyana, dan Dandim 0736 Batang, Letkol Inf Andhika Baroto, memimpin langsung arahan pada Kamis, 21 Agustus 2025. Sejumlah pejabat tinggi, termasuk Plt. Sekda Sri Purwaningsih dan para camat se-Kabupaten Batang, turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Kapolres Batang Edi Rahmat Mulyana, menyoroti peran strategis tiga pilar sebagai garda terdepan penjaga keamanan. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas dan solidaritas untuk menyelesaikan setiap permasalahan di masyarakat.

“Selesaikan setiap masalah dengan melibatkan tiga pilar. Lakukan langkah awal, cari permasalahan, cari solusi, dan selesaikan agar tidak sampai terjerat proses hukum,” ujar Kapolres Batang AKBP Edi. 

Ia juga berharap para petugas bisa turun langsung ke masyarakat dan mengayomi mereka. “Masyarakat aman, ekonomi akan meningkat. Hilangkan ego sektoral, jalin komunikasi demi kepentingan bersama,” pesannya.

Sementara itu, Dandim 0736 Batang, Andhika Baroto, mengingatkan bahwa sinergi dari level terendah, yakni tingkat desa, merupakan kunci utama menciptakan situasi yang kondusif. Ia mengajak tiga pilar untuk bersama-sama mengawal program pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis, demi kesejahteraan masyarakat.

 "Tugas ke depan semakin banyak, kita harus terus menjaga kekompakan," tegasnya.

Bupati Batang Faiz Kurniawan menekankan bahwa kondusivitas keamanan adalah fondasi utama pembangunan. Ia menyebut tiga pilar keamanan (Kepolisian dan TNI) dan pilar pemerintahan (eksekutif dan legislatif) harus bersinergi.

Faiz juga menyoroti dua masalah sosial yang berpotensi memicu gangguan keamanan: kemiskinan dan perubahan struktur sosial. "Kemiskinan dan ketimpangan sosial akan memicu gangguan keamanan. Mari kita berantas kemiskinan dengan mendata masyarakat yang belum sekolah atau bekerja, lalu ajak mereka untuk kegiatan produktif," kata Faiz.

Ia juga mengajak tiga pilar untuk mengantisipasi kerawanan sosial yang dipicu oleh perubahan struktur sosial di mana karakter masyarakat perkotaan cenderung mengabaikan masyarakat miskin. "Mari kita aktifkan kembali forum masyarakat seperti rapat RT/RW, Tahlilan, atau Yasinan untuk membangun kembali kepedulian sosial," tutupnya.
Rabu, 30 Juli 2025

Mayat Balita Ditemukan di Pantai Batang, Polisi Dalami Dugaan Asal-usul Korban

 

BATANG - Dua mayat balita yang diketahui kakak beradik ditemukan di kompleks wisata pantai Sigandu Batang, pada Rabu (30/7/25) pagi. Kedua mayat berjenis kelamin perempuan. 

Informasi penemuan mayat tersebut awalnya didapatkan dari seorang pengunjung pantai, yang menduga mayat tersebut adalah sesosok boneka. Namun setelah didekati dan dipastikan, ternyata sesosok mayat balita dalam posisi telungkup. 

Selang satu jam kemudian, polisi menemukan jasad adiknya. Selain itu, polisi juga menemukan kendaraan orang tua korban yang tak jauh dari lokasi. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan, guna mengetahui penyebab kematian kedua korban. 

Kapolres Batang, AKBP Edi Rahmat Mulyana melalui Plt Kasi Humas Ipda Maulidya menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan. 

"Kedua korban disemayamkan di kamar jenazah RSUD Kalisari, untuk dilakukan outopsi guna kepentingan penyelidikan," jelas Ipda Maulidya. 

Dari informasi yang dihimpun,  kedua korban awalnya diketahui diajak ke pantai oleh ibunya selepas Subuh. Namun saat kejadian, ibu korban  belum ditemukan. 

"Saat ini, Ibu korban sudah ditemukan dan dibawa ke polres untuk dimintai keterangannya," terang Ipda Maulidya.

Jumat, 02 Mei 2025

Pimpinan DPRD dan Serikat Pekerja Batang Kecam Tindakan Anarkistis di May Day

 

SEMARANG – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang digelar di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, pada Kamis (1/5/2025), semula berlangsung damai dan kondusif. 

Ribuan buruh dari berbagai daerah memadati lokasi aksi sejak pagi hari untuk menyuarakan aspirasi terkait peningkatan kesejahteraan, perlindungan hak kerja, serta jaminan sosial.

Namun, suasana damai tersebut berubah menjadi ricuh saat sekelompok massa berpakaian serba hitam tiba-tiba muncul sekitar pukul 15.20 WIB. Massa ini diduga merupakan kelompok Anarko yang kerap dikaitkan dengan tindakan anarkistis dalam aksi-aksi serupa di sejumlah wilayah Indonesia.

Kelompok ini langsung melakukan aksi provokatif yang memicu kekacauan di tengah massa buruh. Beberapa fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan akibat tindakan agresif kelompok tersebut.

Petugas kepolisian yang telah bersiaga di lokasi segera bertindak cepat. Polisi langsung mengamankan peserta aksi buruh dan mengarahkan mereka, termasuk mobil komando, masuk ke dalam halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kontak langsung antara buruh dan massa provokatif.

Kepolisian juga membentuk barikade dan mengambil tindakan pengamanan tambahan untuk mencegah eskalasi situasi. Suara sirene dan teriakan sempat memenuhi udara, menandai perubahan drastis dari suasana damai menjadi mencekam.

Langkah cepat yang diambil aparat kepolisian mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, termasuk pimpinan legislatif dan organisasi buruh di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batang, Benny Aabidin, mengecam keras aksi anarkistis yang mencoreng makna damai peringatan May Day tahun ini. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Polda Jawa Tengah dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.

“Kami sangat mengecam keras tindakan anarkis, dan saya pribadi mendukung serta berterima kasih kepada jajaran Polda Jateng yang sudah melakukan tindakan tegas terhadap orang-orang yang menunggangi aksi May Day tersebut,” ujar Benny saat dikonfirmasi, Jumat (2/5/2025).

Senada dengan Benny, Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Batang, Edi Susilo, juga menyampaikan kecaman terhadap aksi provokatif yang dilakukan oleh kelompok tak dikenal tersebut.

Menurut Edi, peringatan May Day seharusnya menjadi momen untuk memperjuangkan hak-hak pekerja secara damai dan bermartabat, bukan dijadikan ajang untuk melakukan tindakan anarkistis.

“Saya sangat mengapresiasi tindakan tegas pihak Polri saat mengamankan aksi rekan-rekan buruh saat May Day di Semarang. Sejatinya, May Day bukan untuk aksi anarkis, tetapi ruang aspirasi yang damai,” tegasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Batang, Sucipto Adi, juga menyayangkan kericuhan yang terjadi. Ia menilai bahwa aksi damai buruh telah dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kami sangat menyayangkan aksi rekan-rekan buruh yang harusnya damai malah ditunggangi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Sucipto.

Ia berharap, peristiwa seperti ini tidak terulang kembali, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Kabupaten Batang. Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif sangat dibutuhkan agar para pelaku usaha dan pekerja dapat menjalankan aktivitasnya tanpa gangguan.

“Untuk itu saya sangat bangga dengan pihak kepolisian yang tegas dalam pengamanan aksi May Day kemarin. Kondisi yang kondusif sangat penting demi terciptanya iklim kerja yang aman dan nyaman bagi semua pihak,” ungkapnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menindak para pelaku provokasi dalam aksi tersebut.

Polda Jawa Tengah memastikan akan bertindak sesuai hukum dan tidak menoleransi tindakan kekerasan maupun anarkistis yang mencederai demokrasi.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan pihaknya telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi provokatif tersebut. Barang bukti berupa benda-benda yang digunakan untuk melakukan perusakan juga telah diamankan.

“Ada beberapa orang yang sudah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kami juga mengumpulkan bukti untuk memperkuat proses penyidikan,” katanya.

Polda Jateng menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan terhadap setiap warga negara yang ingin menyampaikan aspirasi secara damai, sekaligus menindak tegas siapa pun yang mencoba mencederai keamanan dan ketertiban.

Dengan kejadian ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, terutama kelompok buruh, untuk tetap waspada dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan momen May Day untuk kepentingan lain di luar aspirasi pekerja.

Hardiknas 2025, Polres Batang Luncurkan Film Edukasi 'Jejak Persimpangan' di Platinum Cineplex Batang

 

BATANG - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Kepolisian Resor (Polres) Batang merilis sebuah film edukasi berjudul Jejak Persimpangan. 

Peluncuran film ini dilaksanakan di Bioskop Platinum Cineplex, Aneka Jaya Batang, pada Jumat (2/5/2025), dan dihadiri sejumlah pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Batang.

Film yang digarap oleh tim kreatif Polres Batang ini mengusung tema seputar pentingnya pendidikan, pilihan hidup, dan tanggung jawab generasi muda dalam menentukan arah masa depan. 

Melalui cerita yang menyentuh dan penuh makna, film ini diharapkan mampu menjadi media pembelajaran sekaligus inspirasi bagi kaum pelajar.

“Film ini merupakan sebuah kisah yang membuka mata dan hati tentang pentingnya pilihan, tanggung jawab, serta peran pendidikan dalam membentuk masa depan generasi muda,” tulis akun resmi Humas Polres Batang di Instagram, Jumat (2/5/2025).

Kegiatan pemutaran film juga dirancang untuk memberikan pengalaman sinematik yang edukatif, sekaligus mempererat sinergi antara institusi kepolisian dan pelajar dalam upaya membangun karakter serta kesadaran hukum sejak dini.

Film Jejak Persimpangan tidak hanya disajikan sebagai hiburan semata, tetapi juga mengandung pesan moral mendalam. 

Film ini menggambarkan realitas kehidupan remaja yang berada di tengah berbagai pilihan dan tekanan lingkungan. Dalam situasi tersebut, pendidikan dan nilai-nilai keluarga menjadi kompas utama dalam mengambil keputusan yang tepat.

“Film ini bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan. Menggugah kesadaran dan mengajak kita semua untuk merenung, di setiap persimpangan hidup, keputusan apa yang akan kita ambil,” lanjut pernyataan dari Humas Polres Batang.

Cerita dalam film dibangun dari pengalaman dan pengamatan terhadap berbagai persoalan sosial yang sering dihadapi remaja, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta tekanan dalam mencapai prestasi akademik. 

Dengan pendekatan naratif yang kuat, film ini memberikan gambaran konkret tentang konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil.

Uniknya, film Jejak Persimpangan juga melibatkan para pelajar sebagai aktor utama. Mereka berperan sebagai tokoh-tokoh remaja yang mengalami dilema dan konflik batin. 

Beberapa personel dari Polres Batang turut ambil bagian sebagai pemeran pendukung yang menggambarkan peran orang tua, guru, hingga aparat penegak hukum.

Keterlibatan pelajar dalam proses produksi film dinilai sebagai langkah positif dalam memberikan ruang ekspresi sekaligus edukasi kreatif. 

Proses syuting dilakukan dengan mengedepankan nilai-nilai partisipatif dan dialogis, yang menjadikan para pelajar tidak hanya sebagai objek, melainkan juga subjek dari kampanye pendidikan karakter.

Selain diputar secara terbatas di bioskop lokal, film ini juga dirilis secara daring agar dapat menjangkau audiens yang lebih luas. 

Warga Batang dan masyarakat umum dapat menyaksikan Jejak Persimpangan melalui kanal YouTube resmi Polres Batang https://www.youtube.com/watch?v=NkSyAOO0Sh8 pada Jumat (2/5/2025) pukul 17.00 WIB.

Dengan demikian, diharapkan pesan edukatif dari film ini dapat tersebar luas dan menjangkau kalangan pelajar di berbagai daerah, serta menjadi referensi pembelajaran bagi para pendidik, orang tua, dan pemangku kebijakan pendidikan.

Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana mengatakan bahwa peluncuran film ini merupakan bagian dari program edukasi preventif yang diusung jajarannya. 

Melalui pendekatan budaya dan seni, Polres Batang ingin membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pendidikan, disiplin, dan tanggung jawab sosial.

“Kami percaya, bahwa pendidikan bukan hanya tugas guru dan sekolah. Polisi juga harus hadir untuk mendidik, mengarahkan, dan menjadi contoh bagi generasi muda,” ujarnya.

Dengan hadirnya film Jejak Persimpangan, Polres Batang berharap momentum Hardiknas 2025 dapat menjadi titik tolak perubahan positif di kalangan pelajar, sekaligus memperkuat kolaborasi antara aparat keamanan, pendidik, dan masyarakat dalam membangun bangsa.

Sabtu, 05 April 2025

Halal Bihalal PSHT Tersono Hadirkan Kapolsek dan Babinsa, Bahas Sinergitas Jaga Kamtibmas

 

Batang - Kapolsek Tersono hadir dalam agenda rutin halal bihalal Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Tersono Cabang Batang Pusat Madiun, Sabtu (5/4/2025). Acara digelar di padepokan desa Kebumen, Kecamatan Tersono.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Cabang Bambang Heryanto, S.Pd., Ketua Dewan Cabang Musbihin, S.Pd.I., Plh Kapolsek AKP Agus Soepriyanto, SH., perwakilan Danramil Babinsa Serka Hari, Kades Kebumen Catur Mukti, dan Ketua Ranting Muarifin beserta sekitar 150 warga PSHT.

Ketua Ranting menyampaikan selamat datang dan melaporkan situasi organisasi.

"Menyampaikan selamat datang pada semua hadirin, semoga warga yang sakit belum bisa hadir segera sembuh. Kami laporkan bahwa di sini nantinya akan dibangun padepokan ranting untuk mencetak kader dan atlet, dan sekarang sudah mendunia," katanya.

Ketua Cabang Bambang Heryanto sangat mengapresiasi kekompakan dan kerukunan anggota yang semakin maju dalam beberapa tahun terakhir.

"Hanya satu ranting di Batang yang sudah mampu beli tanah buat padepokan. Yakin semua akan berjalan dengan baik. Jadi orang SH yang pertama jujur, tidak takabur, dan selalu rendah hati, ikhlas, dan sabar," ujarnya.

Kepala Desa Catur Mukti dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin, baik secara pribadi maupun mewakili pemerintah desa.

"Apalagi sebagai kades, ada kesalahan yang disengaja ataupun tidak. Terkait pembelian tanah padepokan, saya ikut bangga. Dengan pendirian padepokan, maka saya dan warga desa bertambah saudaranya. Apalagi selama ini selalu komunikasi dan berperan aktif di desa, salah satunya acara karnaval Agustusan dan kegiatan kemasyarakatan. Monggo bareng-bareng kondusivitas dijaga, terutama warga PSHT, junjung tinggi nama baik PSHT," ucapnya.

Senada dengan Kades perihal menjaga lingkungan, Serka Heri, Babinsa Koramil, menyampaikan pesan Danramil yang belum bisa hadir secara pribadi.

"Terima kasih kepada warga turut menjaga lingkungan dalam masa menjelang hari raya. Saya juga meminta agar menghindari hal yang merugikan bagi diri sendiri dan keluarga. Sekalian kepada warga yang akan jadi TNI, bisa datang ke koramil, akan kami jelaskan secara mendetail," jelasnya.

Himbauan juga disampaikan Plh Kapolsek AKP Agus Soepriyanto, SH yang pada kesempatan tersebut memperkenalkan diri sebagai Kapolsek sekaligus memohon dukungan dan kerjasamanya dalam menjaga kamtibmas.

"Suasana yang aman dan damai terwujud karena terjalinnya sinergitas dan kebersamaan yang sudah terbina selama ini dan harus kita jaga. Saya sudah banyak melihat dan berkumpul dengan rekan PSHT di Gringsing kebetulan saya bertempat tinggal di sana. Terima kasih kepada semua warga PSHT yang selalu andil dalam menjaga kondusivitas kamtibmas di Tersono," ungkapnya.

Menjaga kamtibmas adalah wujud implementasi Ajaran SH Terate yaitu "Memayu Hayuning Bawono" menciptakan situasi aman, damai, serasi, dan selaras, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Cabang Musbihin, S.Pd.I.

"Ajaran tersebut harus kita jaga dan laksanakan. Setiap warga SH Terate selalu mendukung pemerintahan dalam melaksanakan program-programnya," pesannya.

Kabag Ops Polres Batang Kompol Abdul Fatah ,SH selaku Karendal Ops  Ketupat Candi 2025 turut mengapresiasi acara PSHT tersono .

"Terima kasih kepada rekan rekan PSHT yang sampai saat ini bisa menjaga kondusifitas  kemanan di wilayah Tersono pada khususnya dan Kabupaten Batang pada umumnyaSemoga ke depan bisa lebih berkontribusi dalam harkamtibmas "pungkasnya.


Minggu, 30 Maret 2025

Polres Batang Siagakan Personel di 12 Titik Strategis Jalur Takbir Mursal

 

Batang - Langit malam Batang dipenuhi gemuruh takbir. Kendaraan berhiaskan replika masjid, Ka'bah, bedug, hingga ketupat berjejer memenuhi ruas jalan protokol. Inilah pemandangan perdana Lomba Takbir Mursal yang digelar menyambut Idulfitri 1446 Hijriah.

Bupati Batang M Faiz Kurniawan melepas langsung 20 kontingen dari 15 kecamatan, Minggu (30/3). Mereka berparade melalui Jalan Veteran, Diponegoro, A. Yani, Gajah Mada, Ahmad Dahlan, dan Brigjen Katamso, sebelum berakhir di Jalan Diponegoro.

"Takbir Mursal ini diikuti 20 kontingen dari 15 kecamatan karena tiap kecamatan ada yang membawa 1 hingga 2 kontingen," jelas Faiz usai melepas kontingen. Ia menyebut acara ini sebagai wujud syukur sekaligus wahana untuk memeriahkan malam Idulfitri.

Meski baru pertama digelar, antusiasme masyarakat begitu tinggi. Faiz menegaskan, "Yang pasti acaranya lebih meriah, terkonsep, dan kemungkinan besar akan jadi agenda tahunan," katanya. 

Demi mengawal kelancaran acara, AKBP Edi Rahmat Mulyana, Kapolres Batang, telah menyiagakan personel di 12 titik strategis sejak sore hari. "Kami sudah menyiapkan personel dengan apel gelar pasukan gabungan untuk memastikan kesiapan dalam menjaga keamanan saat takbiran," tegasnya.

Kamis, 27 Februari 2025

Sinergi Polri-TNI dan Mahasiswa: Polres Batang Berbagi Kebahagiaan Jelang Ramadan

 

Batang - Menyambut bulan suci Ramadan 1446 H/2025, Kepolisian Resor (Polres) Batang menggelar bakti sosial bertajuk "Bakti Sosial Presisi". Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), organisasi kemasyarakatan, hingga Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Bakti sosial ini merupakan bagian dari inisiatif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang diluncurkan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis (27/2/2025). Acara tersebut turut dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Di Polres Batang, kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana. Turut hadir Dandim 0736/Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman dan Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Lani Dwi Rejeki. Selain itu, perwakilan dari berbagai aliansi BEM seperti Universitas Diponegoro (UNDIP), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA), dan Universitas Selamat Sri Batang juga turut serta.

Dalam sambutannya, AKBP Edi Rahmat Mulyana menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat sinergi antara Polri, TNI, dan masyarakat dalam menyambut Ramadan.

"Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Mari kita jadikan ini sebagai momentum untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," ujarnya.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca pelaksanaan Pilkada.

"Sampai saat ini, situasi aman terkendali. Ini terwujud berkat kerja sama dan peran aktif masyarakat Kabupaten Batang," tegasnya.

Kegiatan bakti sosial ini meliputi pemberian paket sembako kepada masyarakat kurang mampu. Pada tahap pertama, Polres Batang menyerahkan 270 paket sembako. Secara simbolis, AKBP Edi Rahmat Mulyana menyerahkan paket sembako kepada perwakilan mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan.

Selanjutnya, anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa dikerahkan untuk mendistribusikan langsung paket-paket tersebut ke rumah-rumah warga di berbagai kecamatan di Kabupaten Batang.

Kapolres Batang menegaskan, kegiatan ini merupakan upaya Polri mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus menciptakan stabilitas kamtibmas.

"Bakti sosial Presisi ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini juga dalam rangka menciptakan stabilitas kamtibmas dan mendukung program pemerintah mewujudkan masyarakat yang sehat," ungkapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Lani Dwi Rejeki, turut mengapresiasi inisiatif tersebut.

"Kami menyambut baik kegiatan bakti sosial Polri Presisi dalam menyambut Ramadan 1446 H. Terima kasih kepada Kapolres dan semua pihak yang telah berpartisipasi," ujarnya.

Lani berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadan.

"Semoga bantuan ini bisa membantu masyarakat kurang mampu memenuhi kebutuhan makanan menyambut Ramadan. Harapan kami, ke depan ada bakti sosial lagi menjelang Idulfitri untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya," tambahnya.

Salah satu perwakilan mahasiswa yang turut serta dalam kegiatan ini mengungkapkan kebanggaannya bisa berpartisipasi.

"Ini pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial bersama Polri dan TNI. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan, bakti sosial ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan keharmonisan dan kesejahteraan masyarakat menyambut bulan suci Ramadan.

Selasa, 04 Februari 2025

Kompol Suhadi Gagas Program Pekarangan Produktif, Warga Batang Panen Sayuran di Rumah

 

Batang, Jawa Tengah – Di tengah tantangan ketahanan pangan dan ancaman inflasi yang melanda Indonesia, sebuah inisiatif inspiratif muncul dari sudut kecil Kabupaten Batang. Lingkungan RT 04 RW 05 Kelurahan Proyonanggan menjadi saksi bagaimana pekarangan sempit disulap menjadi sumber harapan dan ketahanan pangan berkat program Pekarangan Produktif yang digagas oleh Kompol Suhadi.

Kompol Suhadi, yang menjabat sebagai Ketua RT 04 sekaligus Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Polres Batang, melihat potensi besar dalam pemanfaatan lahan pekarangan warga. Dengan semangat tinggi, ia mengajak masyarakat untuk menanam berbagai jenis sayuran di lahan yang tersedia, meskipun terbatas.

"Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya," ujar Suhadi sambil menunjukkan deretan polibek berisi bibit terong dan cabai yang mulai menghijau di pekarangan rumahnya.

Inisiatif ini berangkat dari kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan di tingkat rumah tangga. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, warga tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari tetapi juga berkontrusi pada stabilitas pangan di tingkat lokal.

Program Pekarangan Produktif mendapat sambutan hangat dari warga, terutama ibu-ibu yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Mereka berperan aktif dalam menanam, merawat, dan memanen hasil kebun mini di pekarangan masing-masing.

"Ketahanan pangan negara harus dimulai dari lingkungan perumahan atau RT, dengan cara memanfaatkan lahan tidur atau lahan rumah meskipun sepetak untuk ditanami sayuran seperti cabai, terong, jagung, dan lainnya," tegas Suhadi.

Semangat gotong royong terlihat jelas ketika Suhadi menyediakan 300 bibit cabai dan 300 bibit terong untuk dibagikan kepada warga. Ruswandi, salah satu warga yang menerima bibit tersebut, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

"Kami sebagai warga terima kasih atas bibitnya, semoga ini terus berlanjut dan menjadi berkah ketahanan pangan di tingkat RT," ujarnya.

Selain memenuhi kebutuhan pangan, program ini juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga. Hasil panen yang melimpah dapat dijual atau dibagikan kepada tetangga, memperkuat ikatan sosial dan ekonomi di antara warga.

"Ini bukan hanya soal menanam, tapi juga membangun kebersamaan dan saling membantu antarwarga," kata Suhadi. "Ketika panen tiba, kita bisa berbagi hasilnya, dan jika ada lebih, bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga," tambahnya.

Program ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya bercocok tanam dan menjaga lingkungan. Anak-anak diajak terlibat dalam proses menanam dan merawat tanaman, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pertanian sejak dini.

Meskipun program ini telah menunjukkan hasil yang positif, tantangan tetap ada. Beberapa warga menghadapi kendala dalam merawat tanaman karena keterbatasan waktu atau pengetahuan tentang teknik bercocok tanam yang baik.


Untuk mengatasi hal ini, Suhadi bersama timnya rutin mengadakan pelatihan dan pendampingan kepada warga. Mereka diajarkan cara menanam, merawat, hingga memanen tanaman dengan benar. Selain itu, diadakan juga sesi berbagi pengalaman antarwarga untuk saling belajar dan mendukung.

"Ini adalah proses belajar bersama. Kami memahami bahwa tidak semua orang memiliki latar belakang pertanian, jadi kami berusaha memberikan pendampingan semaksimal mungkin," jelas Suhadi.

Ke depan, Suhadi berharap program ini dapat diperluas ke RT dan RW lain di Kelurahan Proyonanggan, bahkan ke seluruh Kabupaten Batang. Ia juga berencana untuk menambah variasi tanaman yang ditanam, seperti sayuran hijau dan tanaman obat keluarga.

"Kami ingin program ini menjadi model bagi daerah lain. Jika setiap rumah tangga bisa memanfaatkan pekarangannya, kita bisa mencapai ketahanan pangan yang lebih baik," harapnya.

Inisiatif yang dilakukan oleh Kompol Suhadi dan warga RT 04 RW 05 Kelurahan Proyonanggan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Mereka menunjukkan bahwa dengan kreativitas, semangat gotong royong, dan pemanfaatan sumber daya yang ada, tantangan ketahanan pangan dapat diatasi.

"Ini adalah contoh nyata bagaimana masyarakat bisa berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan. Kami berharap daerah lain bisa meniru dan mengembangkan program serupa," kata Suhadi.

Program Pekarangan Produktif membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekitar. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, ketahanan pangan bukan lagi sekadar impian, tetapi kenyataan yang bisa diwujudkan oleh setiap komunitas.