Tampilkan postingan dengan label Bakti TNI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bakti TNI. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Maret 2026

TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 Ditutup, Jalan Rabat Beton di Bandengan Rampung 100 Persen

 


Kota Pekalongan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0710/Pekalongan resmi ditutup dalam sebuah upacara di Stadion Hoegeng, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kraton Kidul, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Rabu (11/3/2026) pagi.

Upacara penutupan yang berlangsung pukul 08.00 WIB tersebut diikuti sekitar 250 peserta dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Komandan Kodim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, menjelaskan bahwa dalam program TMMD kali ini pihaknya berhasil menyelesaikan pembangunan jalan rabat beton di RW 03 dan RW 05 Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara.

“Penutupan  TMMD sengkuyung tahun 2026 ini kita sudah berhasil melaksanakan pembangunan jalan rabat beton di rw 5 dan rw 3 di kelurahan bandengan Kecamatan Pekalongan Utara. Dengan volume jalan rabat beton di 3 sekmen.” ujarnya.

Ia merinci, sasaran fisik utama berupa pengecoran jalan lingkungan dengan total panjang sekitar 212 meter. Lebar jalan bervariasi antara 0,95 hingga 1,4 meter dengan ketebalan cor mencapai 40 sentimeter.

Pengerjaan tersebut terbagi dalam tiga segmen, yakni segmen pertama sepanjang 75 meter, segmen kedua sepanjang 6,8 meter, dan segmen ketiga sepanjang 130,3 meter.

Menurutnya, keberadaan jalan tersebut kini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk mempermudah akses dan mendukung aktivitas ekonomi warga.

“Kalau melihat kondisi sebelumnya, jalan ini sering terkena banjir, baik karena rob maupun curah hujan. Sekarang alhamdulillah sudah bisa dilalui masyarakat dan sudah diresmikan dengan nama Gang Sengkuyung,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD hingga pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Dari awal saya pun sempat agak meragukan apakah pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu. Tapi alhamdulillah, berkat kerja keras dari TNI, Polri, Pemerintah Kota, kecamatan, kelurahan, dan semua pihak, sampai hari ini semuanya sudah selesai 100 persen.” katanya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam mendukung pembangunan tersebut.

“Ini merupakan kolaborasi luar biasa antara masyarakat, TNI-Polri, pemerintah, dan juga swasta untuk mendukung upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap pembangunan Gang Sengkuyung tidak hanya memberikan dampak pada peningkatan ekonomi warga, tetapi juga pada kesehatan lingkungan.

“Sekarang sudah tidak ada lagi genangan banjir seperti sebelumnya,” tambahnya.

Perwakilan warga, Ketua RW 03 Kelurahan Bandengan Krisnawati, mengaku bersyukur atas terlaksananya program TMMD di wilayahnya.

“Dengan adanya pembangunan ini sangat bermanfaat bagi warga. Sekarang jalan sudah tidak banjir lagi dan juga bisa menjadi penahan air dari selatan supaya tidak masuk ke wilayah utara saat hujan atau saat air pasang,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program tersebut, khususnya Kodim 0710/Pekalongan dan Pemerintah Kota Pekalongan.

“Kami mewakili warga RW 03 dan RW 05 mengucapkan banyak terima kasih atas program TMMD ini. Semoga ke depan wilayah kami tidak lagi mengalami banjir seperti sebelumnya,” pungkasnya.

Senin, 09 Maret 2026

Jembatan Perintis Garuda, Wujud Negara Hadir Untuk Rakyat


Grobogan – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M. Han., menghadiri Acara Launching 200 Jembatan Perintis Garuda yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dan diikuti secara daring, bertempat di Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Senin (9/3/2026).

Program Pembangunan Jembatan Garuda adalah merupakan wujud Hadirnya Negara melalui TNI Angkatan Darat guna memberikan solusi bagi masyarakat yang tempat tinggalnya memerlukan akses infrastruktur jalan penghubung. 

Saat sela Acara Launching, Presiden RI Bapak H. Prabowo Subiyanto, turut memberikan Sambutan sekaligus meresmikan  200 Jembatan Perintis Garuda dan juga menyempatkan untuk menyapa wsrga masyarakat yang berada di beberapa lokasi dibangunnya Jembatan. 

Secara Khusus, Kodam IV/Diponegoro, telah berhasil membangun jembatan Perintis sejumlah 39 unit secara bertahap di beberapa Kabupaten di Jawa Tengah dan DIY. 

Pada tahap I, Kodam IV/Diponegoro telah berhasil membangun 4 unit jembatan masing-masing di Kab. Banyumas, Wonosobo, dan Wonogiri. Selanjutnya di tahap II dibangun 13 unit jembatan yang tersebar di  beberapa daerah, meliputi : Kab. Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Pekalongan, Tegal, Semarang, Grobogan, Rembang, Sleman, dan Magelang.

Sementara itu, pada tahap III dilaksanakan pembangunan 20 unit Jembatan Armco, yang terdiri dari 13 unit di Kabupaten Pemalang, 5 unit di Kabupaten Purbalingga, serta masing-masing 1 unit di Kabupaten Kudus dan Banjarnegara. Selain dukungan program dari pusat, Kodam IV/Diponegoro juga menginisiasi pembangunan 2 unit Jembatan Bailey secara swadaya di wilayah Kabupaten Purbalingga  yang beberapa saat lalu terdampak musibah banjir bandang dan longsor.  


(Pendam IV/Diponegoro)  

Selasa, 03 Februari 2026

Wujud Sinergi TNI-Rakyat, Kodim Pekalongan Bersama Masyarakat Gotong Royong Pindahkan Warung Warga di Karangdadap


Pekalongan – Personel TNI dari Kodim 0710/Pekalongan menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan karya bhakti. 

Kali ini, para prajurit Kodim 0710/Pekalongan membantu proses pemindahan bangunan warung makan milik Ibu Ndaroh, seorang warga di Dukuh Tegal Sari, Desa Kebun Rowopucang, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan yang berlangsung di wilayah RT 03 RW 09 ini melibatkan kerja sama solid antara anggota TNI dan warga setempat. Dengan peralatan seadanya namun penuh semangat gotong royong, struktur bangunan warung dipindahkan secara bertahap ke lokasi yang lebih layak.

Dandim 0710/Pekalongan melalui Danramil 06/Kedungwuni Kapten Inf Nurhajari menyampaikan bahwa aksi ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan implementasi dari pengabdian TNI kepada rakyat.

"Karya bhakti ini adalah bentuk kepedulian kami untuk membantu meringankan kesulitan warga binaan. Kami ingin memastikan TNI selalu hadir di tengah masyarakat," ujar perwakilan personel di lokasi, Rabu (4/2/2026).

Selain membantu meringankan beban pemilik warung, kegiatan ini bertujuan untuk menata bangunan agar lingkungan desa terlihat lebih rapi dan teratur, memastikan lokasi warung makan berada di area yang lebih bersih dan higienis dan membangun kemanunggalan TNI dan rakyat melalui aksi gotong royong langsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara TNI dan masyarakat di wilayah Kabupaten Pekalongan terus terjaga, sekaligus menginspirasi semangat tolong-menolong antarwarga dalam kehidupan sehari-hari.  

Minggu, 01 Februari 2026

Cegah Banjir Makin Parah, TNI dan Warga Tirto Gotong Royong Tinggikan Tanggul Sungai Sengkarang


Pekalongan – Sebagai upaya mengantisipasi luapan air yang kian meluas, puluhan personel TNI dari Kodim 0710/Pekalongan bersama warga melakukan aksi tanggap darurat di bantaran Sungai Sengkarang tepatnya di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (1/2/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada pengisian pasir endapan (ladu) ke dalam karung untuk memperkokoh dan meninggikan tanggul sungai yang mulai kritis.

Danramil 12/Tirto, Lettu Inf Eko Lestiyo, yang memimpin langsung jalannya aksi tersebut, menyatakan bahwa sebanyak 20 personel gabungan dari Anggota Oncall Kodim dan Koramil 12/Tirto dikerahkan ke lokasi.

"Kami melakukan pengerukan endapan pasir sungai untuk dimasukkan ke karung, kemudian dilangsir untuk meninggikan tanggul. Target kami ada sekitar 1.000 karung urugan untuk membendung limpasan air," ujar Lettu Inf Eko di sela-sela kegiatan.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya debit air Sungai Sengkarang yang mulai melimpas ke pemukiman warga akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa limpasan air sungai telah memberikan dampak signifikan bagi warga sekitar. Hingga saat ini, tercatat ada tiga desa di wilayah Kecamatan Tirto yang masih tergenang banjir yaitu Desa Mulyorejo, Desa Tegaldowo dan Desa Karangjompo.

Ketinggian air di pemukiman warga dilaporkan bervariasi, mulai dari 30 cm hingga mencapai 70 cm. Peninggian tanggul ini diharapkan dapat memutus aliran limpasan air sungai sehingga debit genangan di tiga desa tersebut tidak semakin naik.

Aksi gotong royong ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat yang turut bahu-membahu bersama personel TNI. Kehadiran anggota Kodim 0710/Pekalongan diharapkan dapat mempercepat proses penanganan darurat sebelum cuaca memburuk kembali.

Pihak TNI mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat curah hujan yang masih fluktuatif dan potensi kenaikan air sungai yang bisa terjadi sewaktu-waktu.  

Minggu, 25 Januari 2026

Akses Terputus Longsor, TNI Bersama Warga Lebakbarang Gotong Royong Buka Jalan Darurat


Pekalongan – Personel Koramil 17/Lebakbarang bergerak cepat merespons bencana tanah longsor yang memutus akses transportasi di wilayah Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. 

Dipimpin oleh Serka Mariono, anggota TNI bersama warga setempat bahu-membahu melaksanakan kerja bakti buka jalan darurat, Minggu (25/1/2026).

Longsoran material tanah yang menutup badan jalan mengakibatkan terputusnya akses utama yang menghubungkan Desa Depok dengan Desa Timbangsari. Kondisi ini sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di kedua desa tersebut.

Hingga kini, upaya manual yang dilakukan TNI dan warga telah berhasil membuka celah jalan darurat. Namun, akses tersebut masih sangat terbatas. Aksesibilitas jalan penghubung Desa Depok dan Desa Timbangsari saat ini hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Titik lain ruas jalan Pamutuh – Depok dilaporkan masih tertutup total dan belum bisa dilewati. Belum ada kendaraan roda dua maupun roda empat yang dapat melintas karena ketebalan material longsor.

Serka Mariono menyampaikan bahwa koordinasi dengan pihak terkait telah dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi material.

"Hari ini kami fokus membuat akses darurat agar warga tetap bisa melintas meski dengan berjalan kaki. Rencananya, pengerjaan menggunakan alat berat akan dikerahkan besok pagi, dengan catatan kondisi cuaca mendukung dan tidak terjadi longsor susulan," ujar Serka Mariono di lokasi kejadian.

Pihak Koramil 17/Lebakbarang mengimbau warga untuk tetap waspada saat melintasi area longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Rabu, 14 Januari 2026

Kodim 0710/Pekalongan Bangun Jembatan Gantung Garuda di Desa Sawangan, Dukung Aktivitas dan Kesejahteraan Warga


Pekalongan – Kodim 0710/Pekalongan membangun Jembatan Gantung Garuda yang berlokasi di Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Jembatan gantung ini memiliki volume panjang 70 meter dan lebar 1,2 meter, serta berfungsi sebagai penghubung antara Desa Sawangan Kecamatan Doro dengan Desa Harjosari Kecamatan Doro.

Pembangunan jembatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi sekitar 1.034 Kepala Keluarga (KK) yang selama ini menggunakan jalan utama yang lebih jauh karena harus memutar untuk menunjang aktivitas sehari-hari, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun sosial.

Danramil 15/Doro, Kapten Inf Sugino, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah teritorialnya. Menurutnya, keberadaan jembatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam beraktivitas serta mendorong peningkatan kesejahteraan warga.

“Pembuatan jembatan gantung ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, memperlancar mobilitas warga, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Sawangan dan sekitarnya,” ujar Kapten Inf Sugino.

Sementara itu, Kepala Desa Sawangan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada TNI, khususnya Kodim 0710/Pekalongan, atas kepedulian dan kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur di desanya. Ia menilai, keberadaan jembatan gantung tersebut akan sangat membantu warga dalam menjalankan berbagai aktivitas.

“Dengan dibangunnya jembatan ini, jarak tempuh warga menjadi lebih dekat dan waktu perjalanan bisa dipangkas sekitar 10 hingga 15 menit. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat, baik untuk bekerja, bersekolah, maupun kegiatan lainnya,” ungkapnya.

Dengan selesainya pembangunan Jembatan Gantung Garuda, diharapkan akses antar desa semakin lancar, aktivitas masyarakat menjadi lebih efisien, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga di wilayah Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.  

Rabu, 07 Januari 2026

Tanggap Bencana, Kodim Pekalongan Kerahkan Pasukan dan Dirikan Dapur Lapangan


Kota Pekalongan – Solidaritas dan gotong royong tampak nyata di Kelurahan Pabean, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, setelah tanggul sungai setempat jebol dan mengakibatkan banjir. 

Menanggapi kejadian ini, Kodim 0710/Pekalongan langsung memobilisasi pasukan untuk melakukan upaya darurat, Rabu (7/1/2026).

Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, mengatakan bahwa langkah cepat diambil setelah menerima laporan dari Koramil 19/Pekalongan Utara. 

“Kami tidak bekerja sendiri. Kami langsung berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk melakukan dua hal utama: menutup sumber masalah dengan tanggul darurat dan memastikan warga yang terdampak terlindungi, termasuk kebutuhan makannya,” jelas Dandim Herlambang.

Upaya pembuatan tanggul darurat dilakukan secara kerja bakti yang melibatkan TNI dari Kodim 0710/Pekalongan, Polres Pekalongan Kota, Brimob, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP (Trantib) Kecamatan, perangkat Kelurahan, Relawan, serta warga masyarakat. Kerja sama erat ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan dan membendung luapan air lebih lanjut.

Di sisi lain, sebagai bentuk dukungan logistik, dapur lapangan juga didirikan di Kantor Kelurahan Padukuhan Kraton. Dapur lapangan ini bertugas menyediakan makanan bagi para pengungsi yang terdampak akibat genangan air.

“Kita dirikan juga dapur lapangan untuk mendukung kebutuhan logistik bagi warga yang terdampak banjir dan yang berada di pengungsian” tambah Dandim.

Saat ini, proses perbaikan tanggul dan pendistribusian bantuan logistik masih terus berlangsung. Warga diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan dari petugas yang bertugas di lokasi kejadian.  

Senin, 22 Desember 2025

Longsor Timbun Jalan Utama Lebakbarang, Babinsa Dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lokasi


Pekalongan – Jalan utama penghubung wilayah selatan dan utara Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, terputus akibat tanah longsor. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (19/12/2025) sore di Dusun Makirah, Desa Sidomulyo.

Berdasarkan keterangan dari Batuud Koramil 17/Lebakbarang Peltu Samiran, longsor diduga dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan itu sekitar pukul 15.30 WIB. Material tanah, batu, serta pepohonan yang runtuh menutupi jalan sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 4 meter. Ketinggian tebing yang longsor diperkirakan mencapai 4 meter.

Menanggapi insiden ini, anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 17/Lebakbarang bersama warga setempat segera turun tangan melakukan kerja bakti pembersihan. Mereka berupaya membersihkan material-material yang menutup jalan agar akses transportasi warga dapat kembali normal.

"Kami langsung bergerak ke lokasi, berkoordinasi, dan mengajak warga untuk bersama-sama membersihkan jalan ini," ujar Peltu Samiran di lokasi.

Selain melakukan pembersihan, pihak Babinsa juga memberikan himbauan keselamatan kepada masyarakat sekitar. Warga yang rumahnya berada di bawah jalan diimbau untuk waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama karena cuaca masih tidak menentu. Warga juga diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif yang lebih aman untuk sementara waktu.

Kegiatan pembersihan sempat terpaksa dihentikan pada malam hari karena cuaca yang masih kurang kondusif dan menunggu kedatangan alat berat. Pembersihan direncanakan akan dilanjutkan pada esok harinya.

Peristiwa ini kembali mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam di musim penghujan, khususnya di daerah dengan topografi berbukit dan tanah yang labil. 

Selasa, 16 Desember 2025

Babinsa Koramil Bojong Laksanakan Penghijauan di Desa Pantianom


Pekalongan – Dalam rangka meningkatkan kelestarian lingkungan dan keindahan kawasan, Babinsa Koramil 08/Bojong, Serma Mudji Bagyo, melaksanakan kegiatan penanaman pohon di pinggir jalan Dukuh Pantisari, Desa Pantianom, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (17/12/2025).

Kegiatan penghijauan ini bersama pemerintah desa setempat beserta warga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, baik sebagai penahan erosi, penyedia oksigen, maupun sebagai sumber buah-buahan di masa depan.

Adapun jenis pohon yang ditanam meliputi alpukat 50 batang, durian 50 batang dan rambutan 50 batang.  

Dengan semangat gotong royong, seluruh peserta kegiatan bekerja sama menyelesaikan penanaman 150 batang pohon produktif tersebut. 

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi dan hubungan yang harmonis antara TNI dengan seluruh komponen masyarakat di wilayah binaannya. 

Minggu, 30 November 2025

Tinjau Tanggul Jebol, Dandim Bersama Walikota Pekalongan Pastikan Langkah Cepat Dan Tuntas


Kota Pekalongan – Kodim 0710/Pekalongan bersama Pemerintah Kota Pekalongan dan instansi terkait segera mengambil langkah cepat untuk menangani jebolnya tanggul Sungai Bremi di Dukuh Pabean, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara, pada Jumat (28/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arm Ihallauw Garry Herlambang, menekankan pentingnya respon cepat dan semangat gotong royong. 

"Kegiatan karya bakti ini melibatkan semua pihak, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Kecamatan, Kelurahan, hingga warga setempat. Kita saling bahu-membahu menutup tanggul Sungai Bremi yang jebol agar air tidak meluas ke pemukiman warga. Penanganan yang cepat mutlak diperlukan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menjelaskan bahwa langkah darurat yang sedang dilakukan adalah hasil koordinasi intensif antar instansi. 

"Langkah yang kami lakukan adalah berkoordinasi dengan Walikota, Dandim, Kapolres, Brimob, dan instansi terkait untuk sementara menutup tanggul secara darurat. Tujuannya agar air sungai tidak melimpas ke permukiman warga dan mengurangi dampak yang lebih luas," jelas Budi.

Upaya penanggulangan darurat ini merupakan tindakan pertama untuk mengamankan kawasan permukiman warga dari ancaman luapan air. Selanjutnya, akan dilakukan penilaian dan perbaikan yang lebih permanen untuk memastikan keamanan infrastruktur tanggul di masa depan.